<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252</id><updated>2011-09-15T07:13:07.345-07:00</updated><title type='text'>Anak Bangsa yg mendidik diri menjadi Pahlawan</title><subtitle type='html'>Orang terbaik adalah yang paling banyak mendatangkan MANFAAT untuk sebanyak-banyaknya manusia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-2503457687119626575</id><published>2008-09-01T19:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T19:22:54.131-07:00</updated><title type='text'>Penghuni Baru</title><content type='html'>Panas sekali hari ini. Kucoba menikmati anugrah cahaya-Nya. Tapi hatiku tetap tak mau setuju. Jalanan Jakarta begitu pandai memantulkan semburat matahari. Tak habis pikir aku ketika melintasinya. Bagaimana mungkin orang bisa bertahan berada di jalanan dengan keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;Kubawa tubuhku melintasi padatnya lalu lintas ibukota. Sampai akhirnya ku berada di dekat Masjid Cut Mutia.&lt;br /&gt;“Fiuh...panasnya hari ini”,ucapku sambil mengusap dahi.&lt;br /&gt;Ku beranjak ke tempat wudhu. Alhamdulillah,Maha Agung Allah dengan segala nikmat-Nya. Sejuk sekali ku rasakan air itu. Makin mantap keteguhanku untuk melanjutkan persuaanku dengan-Nya.&lt;br /&gt;Ku dapati beberapa orang sholat berjamaah. Aku beranjak mengikutinya. Setelah mengucap salam,ku melihat beberapa orang membentuk lingkaran. Salah satu dari mereka,ya,ku kenal wajahnya. Al hafidz Bagus Nugroho,membacakan hadits Rasul yang tersusun rapi dalam kitab Riyadush Shalihin susunan Imam Nawawi.&lt;br /&gt;Agak keras beliau membacanya,hingga ku mendengar salah satu sabda Rasul yang berbunyi “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (pada hari kiamat) dari akhlak yang baik.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Entah kenapa,ku merasa tertohok mendengarkan arahan Rasul yang satu ini. Ku terdiam,dalam sekejap fikirku terbang ke angan-angan. Mengingat lagi apa yang sudah kulakukan dalam menjaga akhlak. Semakin sesak di dada,kristal cair itu pun keluar dari kedua mataku. Perih,malu,merasa sangat berdosa.&lt;br /&gt;“Ya Allah,apa yang sudah kulakukan !”,tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;Jelas dalam ingatan betapa banyak teriakan,bentakan,serta sikap tak pantas yang muncul dariku. Pada ummi,abi,kakak,adik,serta sahabat-sahabatku. Orang-orang yang selalu menghadirkan doa untukku. Manusia mulia yang memberikan ruang di fikirannya pada keadaanku. Bodohnya aku jika terus menyakiti hati mereka. Sesal yang sangat mendalam menemaniku siang itu.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum warahmatullah ustadz !”,tiba-tiba ada suara lembut menyapaku ramah. Hai,ku kenal suara ini.&lt;br /&gt;“Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh” ,jawabku.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah,ketemu di tempat yang berkah ni....”,benar,dia saudaraku,Indra.&lt;br /&gt;“Hei,barakallah,lama nggak ketemu kemana aja,jagoan?”.&lt;br /&gt;“Biasa,banyak order ni. Gimana kabar ente?”,bertanya sembari menghadirkan senyum indahnya.&lt;br /&gt;“Alhamdulillah,masih diberi nafas untuk beramal !”,kujawab sambil kujabat tangannya..&lt;br /&gt;“Mau kemana nih,tumben banget ada di Jakarta?”,tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“Iya nih,abis silaturahmi ke rumah nenek di Kalipasir. Ente mau kemana?” ,balasku.&lt;br /&gt;“Gue mau ke pasar senen,ummi nitip barang buat rumah !”,jawabnya mantap.&lt;br /&gt;“Cie...elah,dah pake lu gue ni sekarang. Makin keren aja ni orang !”.&lt;br /&gt;“Lah,ente kan tau ndiri ane nongkrongnya ma sapa,so harus nyesuain dong !” ,jawabnya.&lt;br /&gt;Dialah saudara seiman,sekaligus inspiratorku. Muh.Indra Siregar. Bocah batak yang sangat menyenangkan. Ku cukup dibuat kagum olehnya. Kekayaan orang tuanya tak membuatnya terlena. Dia lebih memilih mandiri dan hidup sederhana ketimbang terus meminta pada ayah dan ibunya. Benar-benar iri ku dibuatnya. Dia pun menjalankan aktivitas yang agak berbeda dengan rekan-rekan seusianya. Mahasiswa psikologi di Univ.Taruna,Depok ini lebih memilih banyak bergaul dengan orang-orang jalanan daripada dengan teman-temannya di kampus. Bukan berarti dia terasing di sana. Dia memiliki peran penting yang penting,setidaknya menurut teman-teman yang mengatakan padaku. Indra  hanya memilih peluang pahala yang lebih besar,ya...peluang itu dia lihat ada di jalanan Jakarta.&lt;br /&gt;Beberapa “anak buah”nya sudah cukup berhasil meniti kehidupan dengan cermat. Ada yang sukses menjadi pedagang kelontong,supir angkot,buka bengkel,hingga mahasiswa. Luar biasa ! Ku selalu ingat kata-kata produktifnya,&lt;br /&gt;“Akh,orang-orang jalanan itu punya potensi sukses yang sama besarnya dengan kita. Bukankah hak mereka adalah mengenal indahnya Islam? Dan bukankah kewajiban kita untuk menginformasikan Islam? Ingat wasiat Rasul menjelang wafat,agar kita memperhatikan orang-orang miskin? Allah pun mengingatkan pada kita,’ Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.’ (Al Maa`uun 1-3). Jadi kenapa harus semua orang harus ada di kampus kalo memang di luar sana ada yang sama-sama membutuhkan informan kaya kita?”&lt;br /&gt;Setelah menikmati sate padang di depan Cut Mutia,kami pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan kami masing-masing.&lt;br /&gt;“Abis dari senen,ente mau kemana ?”,tanyaku.&lt;br /&gt;“Ane mau langsung pulang,dah ditungguin ummi dari tadi ! ”,ungkapnya.&lt;br /&gt;“Kalo gitu salam hormat dah ma abi-ummi ya!”&lt;br /&gt;“Insya Allah. Ente tu kalo lagi ke Jakarta main dong ke rumah,jangan........Inalilah.....!!!”,seketika Indra menghentikan ucapan.&lt;br /&gt;Indra berlari ke tengah jalan. Ku tak menyadari apa yang sedang terjadi. Sampai.....kulihat ada seorang bocah TK yang menyeberang. Dan.........&lt;br /&gt;“Cciiiiitttttt............bruk......trang...cess..........”,suara sebuah truk menyambar tubuh saudaraku.&lt;br /&gt;Indra berusaha menyelamatkan anak itu dari truk yang melintas. Tubuhnya berguling-guling. Bercampur dengan tanah dan debu. Sepintas kulihat tubuh kekarnya mendekap kuat bocah itu.&lt;br /&gt;Ku berlari mendekatinya. Jantungku mengisyaratkan sebuah ketakutan hebat. Degupnya kencang,semakin kencang ketika jarakku dengan Indra semakin dekat.&lt;br /&gt;Kekhawatiranku beralasan. Darah segar banyak mengalir dari tubuh Indra. Dalam sekejap ku berlutut mendekap Indra. Baju putihku seketika berubah seperti kain bendera Indonesia,merah darah dihiasi putih yang suci.&lt;br /&gt;“Allah.....ku mohon pertolongan-Mu pada Indraku...!”,ucapku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya menatapku. Sejuk sekali. Sudah lima hari Indra terbaring di RS.Ibnu Sina.  Ku ucap tahmid atas berkah-Nya pada Indra. Meski dihalangi sebuah kaca tebal,tetap saja senyuman Indra membuat bertambah indah wajahnya. Tapi...ku tak tahu apa reaksinya ketika tahu apa yang sebenarnya terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-2503457687119626575?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/2503457687119626575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=2503457687119626575&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/2503457687119626575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/2503457687119626575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/09/penghuni-baru.html' title='Penghuni Baru'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-169179517262544994</id><published>2008-05-06T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T20:56:45.494-07:00</updated><title type='text'>MARI KITA BERHENTI SEJENAK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 1cm;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 21pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 1cm;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;(Ust.M.Anis Matta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Mari kita berhenti sejenak di sini! Kita sudah relatif jauh berjalan bersama dalam kereta dakwah. Banyak sudah yang kita lihat dan yang kita raih. Tapi, banyak juga yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat laju kereta,goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa,suara-suara gaduh yang memekakkan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu di gerbong kereta ini,dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret,juga bnyak kursi kosong dalam kereta dakwah ini yang semestinya bisa ditempati oleh penumpang-penumpang baru tapi tidak sempat kita muat. Dan masih banyak lagi!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Jadi,mari kita berhenti sejenak di sini! Kita memerlukan saat-saat itu; saat dimana kita melepas kepenatan yang mengurangi ketajaman hati,saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual,saat dimana kita melepaskan sejenak beban dakwah yang selama ini kita pikul yang mungkin menguras stamina kita. Kita memerlukan saat-saat seperti itu karena kita perlu membuk kembali peta perjalanan dakwah kita; melihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang harus kita lalui; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan dakwah kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita yang telah berubah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Sesungguhnya,bukan hanya kita,para dai,yang perlu berhenti. Para pelaku bisnis pun punya kebiasaan itu. Orang-orang yang mengurus dunia itu memerlukannya untuk menata ulang bisnis mereka. Mereka menyebutnya &lt;i style=""&gt;penghentian&lt;/i&gt;. Tapi,sahabat-sahabat Rasulullah SAW.--generasi pertama yang telah mengukir kemenangan-kemenangan dakwah dan karenanya berhak meletakkan kaidah-kaidah dakwah—menyebutnya &lt;i style=""&gt;majlis iman.&lt;/i&gt; Maka,Ibnu Mas`ud berkata,”&lt;i style=""&gt;Duduklah bersama kami,biar kita beriman sejenak.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Majlis Iman kita butuhkan untuk dua keperluan.&lt;i style=""&gt; &lt;b style=""&gt;Pertama&lt;/b&gt;,&lt;/i&gt;untuk memantau keseimbangan antara berbagai perubahan pada lingkungan strategis dengan kondisi internal dakwah serta laju pertumbuhannya. Yang ingin kita capai dari upaya ini adalah memperbaharui dan mempertajam orientasi kita; melakukan penyelarasan dan penyeimbangan berkesinambungan antara kapasitas internal dakwah,peluang yang disediakan lingkungan eksternal,dan target-target yang dapat kita raih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;,&lt;/i&gt;untuk mengisi ulang hati kita dengan energy baru sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat padanya selama menapaki jalan dakwah. Yang ingin kita raih adalah memperbarui komitmen dan janji setia kita kepada Allah SWT. bahwa kita akan tetap teguh memegang janji itu;bahwa kita akan tetap setia memikul beban amanat dakwah ini;bahwa kita akan tetap tegar menghadapi semua tantangan;bahwa yang kita&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;harap dari semua ini hanyalah ridhaNya. Hari-hari panjang yang kita lalui bersama dakwah ini menguras seluruh energy jiwa yang kita miliki,maka &lt;i style=""&gt;majlis iman&lt;/i&gt; adalah tempat kita berhenti sejenak untuk mengisi hati dengan energi yang tercipta dari kesadaran baru,semangat baru,tekad baru,harapan baru,dan keberanian baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Karena itu,&lt;i style=""&gt;majlis iman&lt;/i&gt; harus menjadi tradisi yang semakin kita butuhkan ketika perjalanan dakwah sudah semakin jauh. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;,&lt;/i&gt;karena tahap demi tahap dari keseluruhan &lt;i style=""&gt;marhalah &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang kita tetapkan dalam &lt;i style=""&gt;grand strategi&lt;/i&gt; dakwah perlahan-lahan kita lalui. Mulai dari perekrutan dan pengaderan qiyadah dan junud dakwah yang kita siapkan untuk memimpin umat meraih kejayaannya kembali,kemudian melakukan mobilisasi social untuk menyiapkan dan mengkondisikan umat untuk bangkit,sampai akhirnya kita membentuk partai sebagai wadah untuk merepresentasikan dakwah di bidang institusi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;,&lt;/i&gt;karena kita hidup di sebuah masa dengan karakter tidak stabil. Perubahan-perubahan besar di lingkungan strategis berlangsung dalam durasi dan tempo yang sangat cepat. Dan perubahan-perubahan itu selalu menyediakan peluang dan tantangan yang sama besarnya. Dan,apa yang dituntut dari kita,kaum dai,adalah melakukan pengadaptasian,penyelarasan,penyeimbangan,dan­­--pada waktu yang sama—meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan momentum. &lt;i style=""&gt;Ketiga,&lt;/i&gt;karena kita mengalami seleksi dari Allah SWT. secara kontinu sehingga banyak &lt;i style=""&gt;duat&lt;/i&gt; yang berguguran,juga banyak yang berjalan tertatih-tatih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Semua itu membutuhkan perenungan yang dalam. Maka,dalam &lt;i style=""&gt;majlis iman&lt;/i&gt; ini,kita mengukuhkan sebuah wacana bagi proses pencerahan pikiran,penguatan kesadaran,penjernihan jiwa,pembaruan niat dan semangat jihad. Dan inilah yang dibutuhkan oleh dakwah kita saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Tradisi penghentian atau majlis iman semacama ini harus kita lakukan dalam dua tingkatan;individu dan jamaah. Pada tingkatan individu,tradisi ini dikukuhkan melalui kebiasaan merenungi,menghayati,dan menyelami telaga akal kita untuk menemukan gagasan baru yang kreatif,matang,dan actual disamping kebiasaan muhasabah,memperbaharui niat,menguatkan kesadaran dan motivasi,serta memelihara kesinambungan semangat jihad. Hasil-hasil inilah yang kemudian kita bawa ke dalam majlis iman untuk kita bagi kepada yang lain sehingga akal individu melebur dalam akal kolektif,semangat individu menyatu dalam semangat kolektif,dan kreativitas individu menjelma menjadi kreativitas kolektif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Kalau ada pemaknaan yang aplikatif terhadap hakekat kekhusyukan yang disebutkan Alquran,maka inilah salah satunya. Penghentian seperti inilah yang mewariskan kemampuan berpikir strategis,penghayatan emosional yang menyatu secara kuat dengan kesadaran dan keterarahan yang senantiasa terjaga di sepanjang jalan dakwah yang berliku dan curam. Maka,Allah SWT mengatakan,”&lt;b style=""&gt;Belumkah datang saat bagi orang-orang beriman untuk&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;mengkhusyukkan hati dalam mengingat Allah dan dalam (menjalankan) kebenaran yang diturunkan. Dan bahwa hendaklah mereka tidak menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Alkitab sebelumnya (dimana) ketika jarak antara mereka (dengan sang Rasul) telah jauh,maka hati-hati mereka menjadi keras,dan banyak dari mereka yang menjadi fasik.” &lt;/b&gt;(QS.Alhadid:16)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Beginilah akhirnya kita memahami mengapa Rasulullah saw.menyunahkan umatnya melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan;atau mengapa Allah SWT menanamkan kegemaran berkhalwat pada diri Rasulullah SAW tiga tahun sebelum diangkat menjadi Rasul;atau bahkan mengapa Umar bin Khattab mempunyai kebiasaan itikaf di Masjidil Haram sekali sepekan di masa jahiliyah. Begini pula akhirnya kita memahami mengapa majelis-majelis kecil para sahabat Rasulullah SAW di masjid atau di rumah-rumah berubah menjadi wacana yanv melahirkan gagasan-gagasan besar atau tempat merawat kesinambungan iman dan semangat jihad. Maka ucapan mereka ,kata Ali bin Abi Thalib,adalah zikir,dan diam mereka adalah perenungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;Tradisi inilah yang hilang di antara kita sehingga diam kita berubah menjadi imajinasi yang liar; ucapan kita kehilangan arah dan makna. Maka,dakwah kehilangan semua yang ia butuhkan;pikiran-pikiran baru yang matang dan brilian,kesadaran yang senantiasa melahirkan kepekaan,dan semangat jihad yang tak pernah padam di sepanjang jalan dakwah yang jauh dan berliku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-169179517262544994?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/169179517262544994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=169179517262544994&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/169179517262544994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/169179517262544994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/05/mari-kita-berhenti-sejenak.html' title='MARI KITA BERHENTI SEJENAK'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-7133256697455053557</id><published>2008-05-04T18:03:00.001-07:00</published><updated>2008-05-04T18:03:57.891-07:00</updated><title type='text'>PILKADA &amp; JAWA BARAT</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt; Momen besar terjadi tahun ini di Jawa Barat. Pilkada terbesar kedua di Republik ini setelah DKI Jakarta. Ya,pemilihan langsung Gubernur &amp;amp; wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Sebuah model progress bagi kemajuan kehidupan demokrasi bangsa ini. Momen besar itu pun seakan tinggal menghitung jam  demi jam. Karena  tepat hari Minggu,13 April 2008 hajat akbar ini akan digelar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt; Kampanye dari masing-masing calon pasangan pun telah digelar di berbagai wilayah di Jawa Barat. Seperti biasa,hegemoni kemeriahan kampanye seakan menghipnotis masyarakat untuk menghadiri jadwal-jadwal tersebut. Acara yang rata-rata berisi tentang apa yang ingin dilakukan oleh calon jika terpilih juga lebih banyak pada pengumbaran janji-janji politik yang akan dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt; Namun,sayangnya upaya-upaya kampanye dan pilkada ini tetap menjadi ajang praktik penggunaan uang untuk ”membeli” rakyat atau yang biasa kita kenal sebagai &lt;i&gt;money politics&lt;/i&gt;. Uang yang tidak seberapa besar dianggap sebagai ujung tombak proses pemenangan pemilu bagi beberapa pihak tim sukses. Tentu saja ini proses yang tidak memberikan pencerdasan kehidupan demokrasi pada masyarakat kita. Karena sangat mungkin orang-orang yang membayar suara untuk mendapatkan kemenangan adalah calon-calon penipu rakyat yang baru. Money . politics bisa dianggap sebagai sebuah bentuk korupsi dan upaya-upaya kotor untuk mendapatkan kekuasaan. Sehingga harusnya timbullah kecurigaan pada kita mengapa pihak yang melakukan money politics tersebut sangat &lt;i&gt;ngotot&lt;/i&gt; untuk menang dalam pilkada. Bahkan mungkin,uang yang digunakan untuk membeli suara-suara rakyat adalah uang rakyat yang mereka selewengkan untuk mendapatkan kemenangan dari pilkada periode berikutnya. Jelas ini sebuah bentuk pelegalan mafia politik untuk mendapatkan kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt; Maka,karena kualitas sebuah pemimpin merupakan cerminan dari kualitas masyarakatnya,kami selaku generasi muda yang menginginkan kesejahteraan,kemakmuran,dan keadilan bagi bangsa ini menyerukan kepada segenap pemilih para calon gubernur untuk tidak memilih calon-calon yang menggunakan sistem politik uang untuk mendapatkan kekuasaan. Bukan hanya itu,kami pun telah melakukan penyampaian aspirasi kepada Panwaslu,khususnya di Kota Bogor oleh BEM se-Bogor,KAMMI Daerah Bogor,dan pelajar Se-Bogor yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa dan Pelajar Bogor agar Panwaslu dan KPUD benar-benar memantau jalannya pilkada agar tidak terjadi praktik politik uang. Karena jika terjadi lagi maka sama saja dengan memberikan racun pemikiran pada rakyat agar bertindak praktis yang tidak tepat. Tentu dalam jangka panjang hal ini berakibat tidak akan terbentuknya sebuah tatanan masyarakat yang mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin baru untuk membawa kesejahteraan bagi rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;b&gt;MAKA PILIHLAH PEMIMPIN KITA DENGAN BENAR SESUAI HATI NURANI DAN LOGIKA,BUKAN PADA EMOSI SESAAT DAN SEKEDAR MATERI !!!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Dutch801 Rm BT, Times New Roman, serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-7133256697455053557?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/7133256697455053557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=7133256697455053557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/7133256697455053557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/7133256697455053557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/05/pilkada-jawa-barat.html' title='PILKADA &amp; JAWA BARAT'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-964701550967312334</id><published>2008-05-01T18:15:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T18:16:55.910-07:00</updated><title type='text'>Islamnya Napoleon Bonaparte</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun ! One shall see the stars falling into the sea... I say that of all the suns and planets,..." &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Lut beserta kedua puterinya ?" (Lihat Kejadian 19:30-38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut.... saya katakan, semua matahari dan planet-planet ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters." &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans." &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda disetiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner." &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napoleon Bonaparte mengagumi AlQuran setelah membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab (Injil). Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggulan Al-Quran daripada Alkitab (Injil), juga semua cerita yang melatar belakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1. Memoirs of Napoleon Bonaparte by Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne edited by R.W. Phipps. Vol. 1 (New York: Charles Scribner's Sons, 1889) p. 168-169.&lt;br /&gt;http://chnm.gmu.edu/revolution/d/612/&lt;br /&gt;2. 'Napoleon And Islam' by C. Cherfils. ISBN: 967-61-0898-7&lt;br /&gt;http://www.shef.ac.uk/~ics/whatis/articles/napoleon.htm&lt;br /&gt;3. Satanic Voices - Ancient and Modern by David M. Pidcock, (1992 ISBN: 1-81012-03-1), it states on page 61, that the then official French Newspaper, Le Moniteur, carried the accounts of his conversion to Islam, in 1798 C.E&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-964701550967312334?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/964701550967312334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=964701550967312334&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/964701550967312334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/964701550967312334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/05/islamnya-napoleon-bonaparte.html' title='Islamnya Napoleon Bonaparte'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-8920813437346387306</id><published>2008-04-09T05:48:00.001-07:00</published><updated>2008-04-09T05:56:12.226-07:00</updated><title type='text'>URGENSI MUHASABAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sabtu, 28 Maret 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh: Desie Yuniar binti Abdurrachman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IN"&gt;Apakah Antum pernah melakukan kesalahan? Pada alam, pada manusia, pada Allah swt? Apakah Antum pernah mengalami hari-hari buruk dan jauh dari kata indah? Nilai jeblok? Masalah yang menumpuk? Teman-teman yang meninggalkan Antum? Jika ya, maka mari bersama-sama berfikir mengapa kita dapat mengalami hal tersebut, mungkin salah satunya karena kita menganggap kelalaian-kelalaian kecil kita tidak penting...mari bermuhasabah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Manusia terdiri dari unsur hati yang membentuk kemauan/ keputusan yang bersumber dari keyakinan, kehendak dan kebebasan memilih, akal yang membentuk pengetahuan, dan jasad untuk beramal. Sedangkan hakikat manusia adalah makhluk yang berada dalam fitrah atau kata lainnya naluri manusia, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrah itu..” (QS. ArRum: 30); lemah, “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.” (QS. AnNisa); bodoh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“...Sungguh manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.” (QS. AlAhzab:72); dan fakir “Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah: dan Allah Dialah Mahakaya, Mahaterpuji.” (QS. Fatir:15). Oleh sebab itu, besar kemungkinan manusia memiliki kelemahan dan melakukan kesalahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-style: normal;"&gt;Dari Syadad bin Aus ra, dari Rasulullah saw, bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Muhasabah atau evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai kunci pertama dari kesuksesan. Selain itu, Rasulullah saw juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu &lt;em&gt;action after evaluation&lt;/em&gt;. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah saw dengan sabdanya dalam hadits di atas dengan ’dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.’ Potongan hadits yang terakhir ini diungkapkan Rasulullah saw langsung setelah penjelasan tentang muhasabah. Karena muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Selain itu, dengan muhasabah, dapat memperbaiki situasi dengan memrubah amalan-amalan buruk dan menggantikannya dengan amalan-amalan baik sehingga keberkahan dapat diberikan oleh Allah swt dan hamba yang dicintai Allah swt tidak akan merasa sedih dalam kesusahan, serta mampu ikhlas dan sabar dalam menghadapi ujian seberat apapun. Jika ridho Allah swt telah memihak, insyaAllah kita memperoleh kebaikan yang lebih besar dari dunia dan seisinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Imam Turmudzi setelah meriwayatkan hadits di atas, juga meriwayatkan ungkapan Umar bin Khattab dan juga ungkapan Maimun bin Mihran mengenai urgensi dari muhasabah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;1. Mengenai muhasabah, Umar ra mengemukakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;‘Hisablah (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari &lt;i style=""&gt;aradh akbar&lt;/i&gt; (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (evaluasi) dirinya di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Sebagai sahabat yang dikenal ‘kritis’ dan visioner, Umar memahami benar urgensi dari evaluasi ini. Pada kalimat terakhir pada ungkapan di atas, Umar mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan meringankan hisabnya di &lt;em&gt;yaumul akhir&lt;/em&gt; kelak. Umar paham bahwa setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;2. Sementara Maimun bin Mihran r.a. mengatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;‘Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Maimun bin Mihran merupakan seorang tabiin yang cukup masyhur. Beliau wafat pada tahun 117 H. Beliaupun sangat memahami urgensi muhasabah, sehingga beliau mengaitkan muhasabah dengan ketakwaan. Seseorang tidak dikatakan bertakwa, hingga menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri. Karena beliau melihat salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang senantiasa mengevaluasi amal-amalnya. Dan orang yang bertakwa, pastilah memiliki visi, yaitu untuk mendapatkan ridha Ilahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;3. Urgensi lain dari muhasabah adalah karena setiap orang kelak pada hari akhir akan datang menghadap Allah swt. dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. Allah swt, “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (QS. Maryam: 95).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Point muhasabah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. AtTur: 56). Oleh sebab itulah manusia diciptakan yang merupakan tujuan hidup di dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Perolehan rejeki/ penghasilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, &lt;i style=""&gt;hartanya darimana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, &lt;/i&gt;dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.’ (HR. Turmudzi). Pertanyaan yang pasti dan secara cerdas pun kita harus mempersiapkan jawabannya. Jawaban yang Allah swt suka, sehingga Allah swt meridhoi hambanya untuk dimasukkan ke surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Aspek sosial keislaman (muamalah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga &lt;i style=""&gt;datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain.&lt;/i&gt; Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka (HR. Muslim). Selain ladang da’wah, masyarakat di sekitar kita pun akan menjadi orang yang pertama kali menolong dalam kesulitan (misalnya saat kematian; mengkafani, memandikan, menshalati, dan mengubur jenazah). Selain itu, tidak pantas manusia apalagi tetangga untuk disakiti. Umar ra pernah berkata kepada Amru ibnul Aash, “Sejak kapan kamu memperbudak manusia padahal mereka dilahirkan oleh ibu-ibu mereka dalam keadaan bebas merdeka?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Aspek da’wah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Evaluasi aspek dakwah ini yang perlu dievaluasi adalah sudah sejauh mana pihak lain baik dalam skala fardi maupun jama’i, merasakan manisnya dan manfaat dari dakwah yang telah sekian lama dilakukan? Jangan sampai sebuah ‘jamaah’ dakwah kehilangan pekerjaannya yang sangat substansial, yaitu dakwah itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Suatu hari saya bertemu dengan al-akh ketua rohis kelas, beliau menyatakan bahwa beliau malas menjadi ketua rohis, tidak peduli dengan kondisi rohis dan ingin mengundurkan diri. Kata-kata yang menurut saya tabu untuk diucapkan di depan umum. Teman saya, yang hedon menanggapi, dengan nada ketus, “Eh..! Elo pelit banget, maunya soleh sendirian!” Semua butuh da’wah, disadari atau tidak. Banyak orang disekitar kita menunggu-nuggu ajakan menuju Al-Islam. Maka, munculkanlah kepekaan itu!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Jadilah generasi 554, yaitu generasi Rabbani yang tercantum dalam QS. Al Maidah (5) ayat 54. Generasi yang (1) Mencintai Allah dan Allah pun mencintainya; (2) Bersikap lemah lembut kepada orang yang beriman; (3) Bersikap keras kepada orang kafir; (4) Berjihad di jalan Allah; dan (5) Tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Jangan biarkan diri ini bergelimang kemaksiatan terus-menerus. Hidup hanya sekali, maka JANGAN disia-siakan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Daftar Pustaka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;‘Aasyur, A. Ahmad.1991.&lt;i style=""&gt;10 Orang Dijamin Masuk ke Surga&lt;/i&gt;. Jakarta: Gema Insani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Al-Qur’an (Penerbit Syamiil)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Bugi, Mochamad. &lt;i style=""&gt;Makna Muhasabah&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/makna-muhasabah/"&gt;&lt;span style="color: windowtext;"&gt;http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/makna-muhasabah/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Diakses tanggal 27 Maret 2008.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="IN"&gt;Yasmin, Ummu.2005. &lt;i style=""&gt;Materi Tarbiyah: Panduan Kurikulum Bagi Da’i dan Murabbi&lt;/i&gt;. Solo: Media Insani Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-8920813437346387306?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/8920813437346387306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=8920813437346387306&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/8920813437346387306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/8920813437346387306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/04/urgensi-muhasabah.html' title='URGENSI MUHASABAH'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-686509529926871174</id><published>2008-03-16T03:55:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T04:01:04.167-07:00</updated><title type='text'>HKTI Tolak Impor Beras 75.000 Ton</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="406"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="teks2"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt; &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class="teks2" height="8"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td class="teks2"&gt;&lt;span&gt; Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menolak rencana impor beras sebesar 75.000 ton yang akan diberikan Departemen Perdagangan kepada Perum Bulog. “Impor tidak diperlukan, stok beras dalam negeri masih surplus 3 juta ton,” tegas Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto, Jumat (11/11) di Jakarta. Prabowo menjelaskan, beberapa hari lalu Ketua HKTI Benny Pasaribu dan Sekjen HKTI Rachmat Pambudy bertemu dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu. Dalam pertemuan tersebut, Mari menjelaskan telah menetapkan rencana kuota impor beras 75.000 ton. Alasan Mendag, impor untuk menekan inflasi, memenuhi stok beras Bulog dan menstabilkan harga beras di dalam negeri. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan impor beras hanya dilakukan dengan dua syarat, harga beras kelas medium di atas Rp3.500/kg dan stok Bulog di bawah 1 juta ton. HKTI mengutip data Departemen Pertanian dan diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras tahun 2005 mencapai 54,34 juta ton gabah atau sekitar 34 juta ton beras. Kebutuhan dalam negeri hanya 31 juta ton sehingga terdapat surplus 3 juta ton beras. Bahkan, HKTI telah menerima laporan dari berbagai daerah produsen beras yang menyebutkan stok beras masih mencukupi, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung. Prabowo menegaskan, harga beras dalam negeri masih relatif belum tinggi belum mencapai Rp3.500/kg. Harga beras di Bangka Belitung serta di Bali sekitar Rp 3.400/kg, sedangkan harga terendah tercatat di Sulut Rp 2.400/kg. Ia menyatakan sebenarnya dengan harga beras yang mencapai Rp3.500/kg justru positif buat petani karena merangsang mereka untuk meningkatkan produktivitas. “Jika petani tidak memperoleh insentif yang menguntungkan maka mereka enggan menanam padi,” katanya. Sementara itu, Ketua HKTI Benny Pasaribu menegaskan impor beras 75.000 tidak akan signifikan untuk mempengaruhi inflasi. Itu sebabnya pemenuhan stok beras Bulog sebaiknya dilakukan dari dalam negeri.(sinar harapan/naomi siagian)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-686509529926871174?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/686509529926871174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=686509529926871174&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/686509529926871174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/686509529926871174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/03/hkti-tolak-impor-beras-75000-ton.html' title='HKTI Tolak Impor Beras 75.000 Ton'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-9021718005763144732</id><published>2008-03-16T03:30:00.000-07:00</published><updated>2008-03-16T03:32:43.987-07:00</updated><title type='text'>Data Kesejahteraan Petani</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Tingkat kesejahteraan petani di Tanah Air mengalami penurunan terutama petani tanaman pangan akibat penguasaan lahan semakin mengecil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choril Maksum mengatakan penurunan tersebut berdasarkan sensus pertanian yang dilakukan pada 2003-2004. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Angkanya jauh menurun dari tingkat kesejahteraan petani hasil data sensus yang dilakukan pada 1993. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Petani yang kesejahteraannya mengalami penurunan, umumnya petani tanaman pangan. Sebab petani sub-sektor perkebunan justru mengalami kenaikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;"Petani perkebunan cenderung sejahtera," katanya dalam acara sosialisasi data hasil sensus pertanian 2003 di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;, kemarin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Menurut dia, penurunan kesejahteraan tersebut dilihat dari penurunan pendapatan petani yang disebabkan semakin sempitnya penguasaan lahan serta meningkatnya jumlah petani gurem atau petani dengan lahan di bawah 0,5 hektare (ha). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Peningkatan jumlah petani gurem, menurut dia, menandakan tingkat ekonomi yang menurun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Sebab luas tanah tersebut tidak memenuhi un-tuk orang berusaha. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;"Input dan output-nya tidak memadai," katanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Penyebab penyempitan la-han dan meningkatnya petani gurem menurut Maksum disebabkan beberapa hal seperti budaya sistem warisan dan faktor ekonomi yang memandang lahan tersebut lebih digunakan untuk usaha non pertanian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Begitu juga survai pendapatan pada 2004, ditemukan data tingkat pendapatan petani masih rendah dan lebih dari separuh rumah tangga pertanian di Jawa dan Nusa Tenggara Barat mengusahakan lahan kurang dari 0,5 hektar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Sedangkan mengenai sensus data penduduk miskin, Maksum memperkirakan baru akan selesai pada awal Oktober 2005. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Terutama jika anggaran yang diajukan cair pada Agustus. Datanya selesai sekitar awal Oktober tapi itu baru direktori rumah tangga miskin saja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Badan Pusat Statistik, menurut Choiril, mengajukan anggaran Rp252 miliar untuk melakukan pendataan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Namun baru dicairkan pemerintah sebesar Rp50 miliar pada Senin (25 Juli). "Jadi masih ada sisa Rp202 miliar," tutur dia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Dana sebesar itu antara lain akan digunakan untuk mendidik para petugas, pembuatan dokumen, biaya operasional petugas, dan pembuatan kuesioner. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;(Sumber: Bisnis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: verdana;"&gt;, 29 Juli 2005) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-9021718005763144732?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/9021718005763144732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=9021718005763144732&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/9021718005763144732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/9021718005763144732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/03/data-kesejahteraan-petani.html' title='Data Kesejahteraan Petani'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-9149785991934868847</id><published>2008-03-13T02:13:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T02:17:38.924-07:00</updated><title type='text'>Masih Hidupkah Nurani Kita?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Muhammad Gagah Prawira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ALHURR~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;left:0;" wrapcoords="-108 0 -108 21486 21600 21486 21600 0 -108 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ALHURR~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg" title=""&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;(Dept.Kebijakan Publik KAMMI IPB)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Seringkah kita mengamati keadaan orang lain? Jika ya maka apa yang kita amati? Kemudian,apa yang kita,rasakan,hayati,pikirkan,dan lakukan setelah itu?Seberapa seringkah kita mendengar sebuah informasi yang cukup pantas untuk direnungkan tapi kita hanya menanngapi dengan sepintas lalu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Jika beberapa waktu yang lalu kita sedikit dirisaukan dengan kalang kabutnya anggota DPR yang meminta ”upah”nya dinaikkan padahal total tunjangan yang mereka dapatkan adalah sekitar &lt;b&gt;&lt;u&gt;140 juta rupiah &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;(sumber:detik.com) maka sekarang kita lihat sekitar kita dengan lebih jeli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Dikutip dari &lt;u&gt;situs resmi Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat&lt;/u&gt;,bahwa kasus &lt;b&gt;gizi buruk&lt;/b&gt; sepanjang 2007 tercatat berjumlah 940 kasus,belum lagi yang tidak terlapor atau bahkan sengaja ditutup-tutupi. Ambillah contoh seperti yang terjadi di&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Kabupaten Rote Ndao (Pulau Rote), Nusa Tenggara Timur,lima balita tewas disebabkan busung lapar. Lebih gilanya lagi adalah,masyarakat yang mengalami gizi buruk masih dipusingkan dengan tingginya biaya perawatan di rumah sakit. Uniknya penanggulangan kasus ini oleh pemerintah kota setempat masih berkutat di sebuah acara yang bernama “menunggu pengesahan APBD!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Padahal sangat jelas, menurut wakil bupati Rote Ndao,Bernard Pelle bahwa kasus-kasus gizi buruk dan busung lapar di daerahnya disebabkan oleh kemiskinan yang mengakibatkan para orang tua tidak mampu membelikan makanan bergizi bagi anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Kemudian,bagaimana kita lihat kasus ibu hamil,Dg Basse (35)dan putranya,Bahir (5) di Makassar yang juga tewas akibat &lt;b&gt;kelaparan.&lt;/b&gt; Kasus lain yang terjadi di salah satu daerah di Jawa Tengah. APBD daerah setempat menganggarkan dana untuk membeli mobil dinas bagi bupati,wabup,dan anggota dewan sebesar &lt;b&gt;&lt;u&gt;800 juta&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; padahal tidak jauh dari kantor dinas DPRD setempat ada sebuah keluarga yang terpaksa memakan &lt;b&gt;nasi bekas&lt;/b&gt; yang diterima dari pemberian tetangga-tetangga sekitarnya untuk bertahan hidup!(sumber:trans TV) Maka setelah melihat kasus-kasus yangterjadi dio sekitar kita masih adakah rasa tega untuk setiap pejabat yang telah berada di eksekutif maup[un legislatif untuk meminta dan meminta lagi tunjangan demi tunjangan ataupun tambahan dana dengan dalih klasik “kepentingan atau operasional dinas”!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Sangat jelas tergambar bahwa elit politik kita mulai “kehilangan pendengarannya.” Atau bahkan lebih parah lagi,”kematian hati nuraninya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Saudaraku..benarkah ini realitas kehidupan berbangsa di negara yang kita cintai ini? Bagaimana mungkin kita bisa makan berlebihan jika kita melihat saudara atau bahkan tetangga kita sendiri kelaparan? Ataukah kita sengaja melupakan sabda Rasul kita bahwa kita berkewajiban untuk memperhatikan tetangga kita. Masihkah belum cukup bukti kesengsaraan rakyat Indonesia akibat tidak diperhatikan oleh wakil rakyatnya sendiri?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Tanyakanlah pada diri kita masing-masing,benarkah kita bahagia dengan &lt;i&gt;keserbacukupan&lt;/i&gt; kita selama ini sementara orang-orang di sekitar kita mengalami kepedihan hidup sedemikian rupa padahal bisa jadi orang-orang itulah yang berjasa bagi kita ataupun keluarga kita,atau bahkan bagi bangsa ini. Bukankah arti kesuksesan sebenarnya adalah membuat orang lain bahagia dan sukses di segala bidangnya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Jadi sekarang siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini? Jawabnya adalah &lt;b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita semua yang mengaku mencintai negeri ini. &lt;/b&gt;Maka,lakukanlah sesuatu sesuai bidang,minat,kapasitas,dan kesempatan. Tidak perlu menunggu korban-korban ketidakpedulian jatuh lagi hanya untuk membuktikan bahwa kita harus bergerak dan berubah. &lt;b&gt;Lakukan..dan lakukan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Wahai manusia,siapapun dirimu dan apapun posisimu sekarang,yang masih memiliki segumpal darah yang bernama &lt;b&gt;hati&lt;/b&gt;,tanyakan hal itu pada dirimu dan jawablah dengan bukti nyata!! Bukan hanya retorika,dialektika di gedung-gedung dan seminar-seminar. Tapi ambil jasadmu dan gunakanlah untuk mengatasi kepedihan ini sebesar apapun kemampuanmu! Kita sudah bosan dengan segala macam bentuk tangis kepedihan,usap tangis itu &lt;b&gt;PAHLAWAN NEGERIKU!!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;Cp.gagah9787@gmail.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-9149785991934868847?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/9149785991934868847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=9149785991934868847&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/9149785991934868847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/9149785991934868847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/03/masih-hidupkah-nurani-kita.html' title='Masih Hidupkah Nurani Kita?'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-4073175836822047673</id><published>2008-03-10T00:47:00.000-07:00</published><updated>2008-03-10T00:49:47.109-07:00</updated><title type='text'>Sedih...???</title><content type='html'>Jika kesedihan ini bisa membayar semua dosaku padaNya maka biarkan kuterima&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-4073175836822047673?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/4073175836822047673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=4073175836822047673&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/4073175836822047673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/4073175836822047673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/03/sedih.html' title='Sedih...???'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-59795981863061422</id><published>2008-02-24T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T06:21:48.003-08:00</updated><title type='text'>Soeharto, Layakkah disebut PAHLAWAN???</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Soeharto, Layakkah disebut PAHLAWAN???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;            Wafatnya Soeharto beberapa waktu yang lalu telah membuat kontroversi tersendiri mencuat ke public jadi topic hangat dalam perbincangan hingga menimbulkan suatu pertanyaan layakkah Soeharto disebut “pahlawan nasional”.  Di tvtv dimuat perjalanan dan kiprahnya selama ini di panggung dunia politik, beberapa prestasinya yang telah berjaya mengantarkan bangsa Indonesia merasakan hidup bergelimang kenikmatan mendapat pangan dengan harga yang stabil dan mencukupi kebutuhan nasional yang dikenal dengan swasembada pangan, namun, situasi sebaliknya terjadi dan mau tidak mau semuanya harus merasakan kenyataan pahit kalau seluruh hutang Soeharto atas nama negara kini menjadi tanggungan rakyat, begitu pula generasi berikutnya yang tidak tahu menahu dan terlibat didalamnya juga harus mau menanggung akibat perbuatannya. Inikah yang disebut “pahlawan”, yang seharusnya memikirkan masa depan negara dan kesejahteraan rakyat tentunya tidak dijadikan taruhan. Pada masanya, siapapun yang berbicara tentang pemerintahannya dan mengkritik gaya kepemerintahannya apalagi berkomentar terhadap kebijakannya, akan dipenjarakan dan tidak diketahui lagi bagaimana nasibnya. Kesadaran masyarakat mulai timbul ketika seluruh organisasi mahasiswa termasuk KAMMI yang mulai gerah dengan tindakan Soeharto selama menjabat sebagai presiden menduduki gedung MPR, menuntut Soeharto agar turun dari jabatannya sebagai presiden. Kekuasaanya selama 32 tahun runtuh keesokan harinya melalui pernyataannya mengudurkan diri sebagai presiden RI dan secara otomatis kedudukannya digantikan oleh BJ. Habibie menjadi presiden RI, mengisi sisa masa jabatannya. Durasi pergantian dan serah jabatan ini tidak berlangsung lama hanya membutuhkan waktu lima menit. Kala itu seluruh mahasiswa merasakan kegembiraan atas runtuhnya rezim orde baru kemudian memasuki era reformasi hingga saat ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Munculnya memori kenangan manis pada sebagian masyarakat tentang masa indah era Orde Baru, yang dipicu oleh stasiun tv yang marak menayangkan dokumentasi kiprah beliau selama menjabat sebagai presiden membuat  kian terasa manis karena tidak mereka dapatkan pada pemerintahan-pemerintahan berikutnya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Keinginan pihak tertentu mengajukan Pak Harto untuk mencantumkan namanya dalam catatan sejarah sebagai “Pahlawan Nasional” tersandung oleh Peraturan Presiden No 33/1964, bahwa seorang pahlawan tidak boleh ternoda oleh perbuatan yang membuat cacat perjuangannya. PerPres tidak hanya jadi kendala untuk melegalkan namanya dalam tinta emas perjuangan Indonesia, pengajuan ini harus melalui DPR dan diseminarkan untuk uji kelayakan, sehingga untuk mendapatkan suatu gelar kepahlawanan  di Indonesia tidaklah mudah, tidak hanya berdasar asumsi atau pendapat orang per orangan saja, namun semuanya ada aturannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt; Pak Harto, telah melahirkan penghormatan dari mana-mana. Tidak saja dari dalam negeri, tapi juga dari negara-negara lain, termasuk negara-negara besar. Ada pengakuan atas perannya dalam membangun Indonesia dan Asia, namun pengakuan itu tak menghapus catatan dunia atas penyimpangan-penyimpangan yang ia lakukan, dalam hal ekonomi, politik, hukum, dan hak asasi manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Mengusulkan gelar pahlawan tak memberi tambahan apa pun baginya. Tidak menambah dalam penghormatan terhadapnya. Tidak pula menghilangkan catatan hitamnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tahoma;"&gt;Segala yang ada di dunia ini akan binasa, pangkat, jabatan, dan penghormatan, segala sesuatu yang dianggap berharga bagi seorang anak manusia semuanya sementara tidak ada yang kekal abadi melainkan dzat  yang menciptakan tidak terkecuali seorang penguasa rezim orde baru sekalipun. Kini ia hidup bertemankan papan, cacing, dan gelapnya alam. Tinggal penantian terhadap keputusan yang Maha Kuasa, moga ia menerima kebaikan yang pernah dilakukan, mengampuninya serta azab kubur dijauhkannya. Wallohua'lam bi showab.(FKS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-59795981863061422?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/59795981863061422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=59795981863061422&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/59795981863061422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/59795981863061422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/02/soeharto-layakkah-disebut-pahlawan.html' title='Soeharto, Layakkah disebut PAHLAWAN???'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-3763436926817242712</id><published>2008-02-24T05:52:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T06:04:44.495-08:00</updated><title type='text'>Inilah....</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mata Kuliah Universitas2 di Indonesia,SEHARUSNYA&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;1. Manajemen Anti Kemalasan&lt;br /&gt;2. Akuntansi kepercayaan&lt;br /&gt;3. Teknik Anti Pencurian&lt;br /&gt;4. Biokimia Perasaan Dengki&lt;br /&gt;5. Psikologi Kedisiplinan&lt;br /&gt;6. Sejarah Korupsi dan Pemberantasannya&lt;br /&gt;7. Filsafat Manusia Bermoral&lt;br /&gt;8. Ilmu Kedokteran untuk Pecandu Narkoba&lt;br /&gt;9. Ilmu Komunikasi antarsuku antaragama&lt;br /&gt;10.Sosiologi keluarga; tanggung jawab ayah-ibu dalam mendidik anak&lt;br /&gt;11.Politik Anti Munafik&lt;br /&gt;12.Sejarah Kegagalan Orang Dengki&lt;br /&gt;13.Tata Kota: Membangun Kota untuk membudayakan Antri&lt;br /&gt;14.Manajemen Empati&lt;br /&gt;15.Programming: H-Language [Honesty Language]&lt;br /&gt;16.Kriminologi Anti Curanmor&lt;br /&gt;17.Ilmu Pertanian: Budidaya Tanaman Percantik Negeri Penuh Polusi&lt;br /&gt;18.Psikologi Penyuapan&lt;br /&gt;19.Farmasi Terapan: Peran Farmasi dalam Memberantas Kemalasan&lt;br /&gt;20.Filsafat Manusia Maju&lt;br /&gt;21.Arkeologi: Mengorek Peninggalan Bangsa-Bangsa yang Runtuh karena&lt;br /&gt;Malas&lt;br /&gt;22.Kalkulus Kemalasan: Mempelajari tentang Malas dan Segala&lt;br /&gt;Konsekuensi Matematisnya&lt;br /&gt;23.Ilmu Gizi: Kritik Pedas terhadap Konsumer Makanan dengan Rasa&lt;br /&gt;Serba Terlalu (Terlalu pedas, manis, asin dll.)&lt;br /&gt;24.Seksologi Anti Pelecehan Seksual&lt;br /&gt;25.Farmasi Terapan: Invention towards Anti-gossiping medicine&lt;br /&gt;26.Teologi: Distingsi moralist religious and symbollic religious&lt;br /&gt;27.Hukum: Tinjauan Hukum Pidana bagi Orang Malas&lt;br /&gt;28.Tata Boga: Memasak untuk kesehatan jangka panjang, bukan untuk&lt;br /&gt;kesedapan sesaat&lt;br /&gt;29.Bela Diri:Kiat meloloskan diri saat tawuran, kerusuhan massal&lt;br /&gt;30.Teknik Lingkungan: Kiat Pengkondisian Lingkungan yang bebas dari&lt;br /&gt;nyamuk&lt;br /&gt;31.Psikologi Penipuan&lt;br /&gt;32.Sejarah Yunani: Mengenal Lebih Dekat Narcissus&lt;br /&gt;33.Ekonomi Kerakyatan Anti Rakyat Malas&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-3763436926817242712?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/3763436926817242712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=3763436926817242712&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/3763436926817242712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/3763436926817242712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2008/02/inilah.html' title='Inilah....'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-8764202352333665902</id><published>2007-12-18T21:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T21:47:32.353-08:00</updated><title type='text'>Draft kegiatan dari Abang qita di Fisip UI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;PENDIDIKAN DAN LATIHAN KEPEMIMPINAN BERBASIS SOSIAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;PURNA PASKIBRAKA INDONESIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;KOTA KEDIRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Latar Belakang:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dipilihnya pendekatan yang berbasis sosial karena keinsyafan akan tugas utama PPI yang memang berorientasi pada bangsa dan negara. Bangsa dan negara difahami sebagai satu entitas masyarakat yang berkumpul karena membayangkan kesamaan baik itu tujuan maupun latar belakang. PPI memiliki tugas pengabdian bangsa yang secara nyata dapat diartikan pengabdian pada masyarakatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tujuan Umum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mempersiapkan Purna Paskibraka Indonesia kota Kediri untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang berbasis sosial untuk mengemban tugas membhaktikan diri pada Masyarakat Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tujuan Khusus:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Mempersiapkan anggota PPI kota Kediri      untuk memiliki kemampuan manajerial dalam satu organisasi&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Membekali anggota PPI kota Kediri      dengan kemampuan &lt;i style=""&gt;Publik Speaking &lt;/i&gt;dan      kemampuan menulis sebagai bagian dari keahlian menyampaikan ide agar dapat      diterima orang lain.&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Mengasah kepekaan sosial dari anggota      PPI kota Kediri sebagai tahap awal agar mengerti tugas dan tanggung jawab      pada masyarakat Indonesia&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Memperkaya kompetensi anggota PPI      kota Kediri dengan penggalian teknologi tepat guna agar dalam mapu menjadi      manusia yang bermanfaat secara nyata dalam masyarakat&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Konsolidasi keanggotaan PPI kota      Kediri untuk memaksimalkan peran nyata PPI dalam masyarakat, khususnya      warga kediri&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Sasaran:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Anggota baru Purna Paskibraka Indonesia kota Kediri tahun 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Tema:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” PPI menjadi pelopor dalam masyarakat dengan memiliki kemampuan dan jiwa kepemimpinan serta kepekaan sosial untuk mencapai Indonesia jaya“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Bentuk Kegiatan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Optional: 1. Berupa pelatihan dengan menginap tiga hari atau 2. Dilakukan dengan beberapa kali tatap muka tanpa menginap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Garis Besar Materi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Bedah Organisasi PPI &lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Untuk mengembangkan pengetahuan organisasi agar mantap dalam menjalankan tugas sebagai anggota PPI berbhakti pada masyarakat. Pada sesi ini dijelaskan tentang posisi organisasi, tujuan dan perannya dalam masyarakat agar tercipta identitas organisasi dan rasa ikut memiliki pada organisasi untuk selanjutnya mau secara bersama mengembangkan pengabdian pada masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Esensi Kehidupan&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Materi ini akan membahas secara falsafati mengenai kehidupan manusia, tujuan hidup manusia, beda manusia dengan binatang, bagaimana seharusnya manusia hidup, manusia dan agama, manusia sebagai makluk berfikir. Dasar dari materi ini adalah mempertanyakan untuk memperoleh dasar hakekat kehidupan karena dasar kehidupan merupakan juga nantinya penentu perilaku ideal manusia baik sebagai pemimpin maupun individu&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Pengetahuan Organisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Metode: ceramah dengan hand out tentang paradigma atau pandangan pakar tentang organisasi,struktur dan sistemnya guna pencapaian efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan, juga hubungan antar organisasi. Dilanjutkan dengan analisa kasus yang spesifik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Pengetahuan dasar      kesekretariatan/administratif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Mempelajari surat-menyurat, pengarsipan/dokumentasi, cara pembuatan proposal yang menarik, laporan kegiatan dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Public Speaking&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Metode: ceramah tentang &lt;i style=""&gt;public speaking&lt;/i&gt; dengan hand out, dilanjutkan praktek penguasaan teknik berbicara didepan umum baik itu: pidato, orasi, maupun mimbar bebas (baik dengan teks maupun tidak).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Teknik Rapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Peserta diajari tata cara rapat atau bersidang yang efektif, dikenalkan pada metode 5w 1h dalam menyusun kegiatan, sopan santun rapat, pembuatan agenda rapat dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Pengetahuan Menulis Dengan Baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Metode: ceramah pemberian materi teknik menulis dengan baik, dilanjutkan dengan praktek dan evaluasi untuk koreksi agar dapat tahu kesalahan dan kedepan dapat menulis dengan lebih baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Game lobi: untuk mengasah kemampuan      lobi peserta (dibuatkan hand out teknik lobi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Teknologi Tepat Guna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Metode: peserta dibagi dalam beberapa kelompok kemudian diminta mencari teknologi tepat guna dengan rincian mengenai informasinya ( baik teknis pembuatan maupun manfaatnya pada masyarakat ). Peserta membuat laporan tentang teknologi tepat guna yang diangkat, kemudian diuji apakah memang benar aplikatif atau bisa dipakai dalam masyarakat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Notes: Biarkan peserta mengeksplorasi data dengan bebas karena diharapkan dari materi ini PPI punya teknologi tepat guna yang bisa di aplikasikan secara nyata untuk program pengabdian masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Analisa Kepemimpinan Tokoh Terkenal, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Dalam materi ini peserta menganalisa satu tokoh dari berbagai sisi baik itu kelebihan maupun kelemahannya. Dengan mengetahui kelemahan dan kelebihan satu kepemimpinan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti peserta mampu untuk menentukan bagaimana bentuk kepemimpinannya kedepan. Materi ini bisa untuk tugas individual maupun kelompok, bila kelompok jangan lebih dari tiga orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Materi Lapangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Peserta diajak untuk mampu melihat permasalahan yang ada dalam masyarakat dan mencoba untuk merumuskan solusinya.&lt;span style=""&gt;                                                        &lt;/span&gt;Metode : pemberian gambaran umum tentang kegiatan ini, kemudian dibagi dalam kelompok ( 1 kelompok min. 5 orang ). Peserta diminta merumuskan permasalahan apa yang ada di Kediri yang akan dia lihat. Jangan melihat permasalahan yang terlalu berat dulu karena ini tahap awal sebuah latihan. Peserta mendiskusikan dengan „fasilitator“ langkah yang akan diambil untuk observasi lapangan. Kemudian peserta mengumpulkan data lapangan dengan cara penggalian langsung data lapangan. Materi ini hanya sampai pada pengumpulan data lapangan yang selengkap-lengkapnya untuk kemudian di rumuskan apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan atau mengembangkan masyarakat. Usahakan pada permasalahan atau gejala yang diangkat memang PPI memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk berbuat sesuatu. Hasil materi ini dapat dijadikan agenda kegiatan pengabdian masyarakat yang sesungguhnya. Jadi baik fasilitator maupun peserta harus kerja keras karena hasil materi ini akan di aplikasikan secara nyata dalam masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Praktek Dagang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;peserta diberi barang untuk dijual, materi ini ditujukan untuk melatih peserta bisa melokukan lobi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Membahas Moralitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Kenapa moral itu perlu, apa itu moral, bagaimana moral berefek dalam kehidupan, apakah moral memiliki manfaat dalam kehidupan, bagaimana moral remaja saat ini, bagaimana seharusnya moral remaja, jika ada penurunsn moral kenapa bisa terjadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Games ringan untuk satu tujuan      tertentu dengan kemasan menarik juga bagus untuk di jadikan ice breaker&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Materi ini merupakan garis besar saja yang terbuka untuk dikembangkan sesuai dengan intrepretasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-8764202352333665902?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/8764202352333665902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=8764202352333665902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/8764202352333665902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/8764202352333665902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2007/12/draft-kegiatan-dari-abang-qita-di-fisip.html' title='Draft kegiatan dari Abang qita di Fisip UI'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-2398887649385609820</id><published>2007-12-15T06:14:00.001-08:00</published><updated>2007-12-15T06:15:15.876-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 36pt; line-height: 115%;" lang="IN"&gt;Kondomisasi Bukan Solusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Muhammad Gagah Prawira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Kadept.Kebijakan Publik KAMMI &lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Komisariat Institut Pertanian Bogor)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_0" spid="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="My Flag.jpg" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" wrapcoords="0 0 -621 28203 21916 28203 21916 4646 21600 713 21284 0 0 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\dolphin\LOCALS~1\Temp\msohtml1\02\clip_image001.png" title=""&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="f"&gt;  &lt;w:wrap type="tight"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/dolphin/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/02/clip_image002.gif" alt="My Flag.jpg" shapes="Picture_x0020_0" align="left" height="157" hspace="12" width="141" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Suatu hari ada 3 orang yang berasal dari Jerman,Jepang,dan Indonesia. Perbincangan mereka berkutat tentang pengolahan bahan-bahan bekas di negara masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Orang jerman itu berkata,”Di negara saya,susu-susu basi yang ada dapat kami olah menjadi keju&amp;amp;kami ekspor ke negara-negara berkembang di Asia tenggara khususnya Indonesia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudian si Jepang menjawab,”Kalau di tempat saya,alat-alat elektronik yang sudah tidak layak pakai,khususnya komputer akan kami modfikasi dan kami ekspor ke Indonesia,ya minimal negara kami bisa mengurangi limbah elektronik.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu akhirnya orang Indonesia ini angkat bicara,”Lain lagi kalau di negara saya. Inovasi kami sangat unik dan mencengangkan. Permen karet yang tuan-tuan makan selama ini berasal dari mana?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Dari Indonesia”,jawab si Jerman dan si Jepang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Nah,permen karet yang anda konsumsi itu berasal dari modifikasi dan inovasi pangan negara kami yang kami olah khusus untuk selanjutnya kami ekspor. Anda tahudari apa permen itu dibuat?”, orang Indonesia ini kembali bertanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tidak,kami tidak tahu.”,kata si Jepang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Permen karet yang kami ekspor itu berasal dari KONDOM BEKAS yang warga masyarakat kami konsumsi.”,jawab si Indonesia sambil tersenyum simpul.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terlepas dari cerita itu benar-benar ada atau tidak kita mulai bertanya-tanya apakah mungkin Indonesia akan membuat permen karet dari kondom bekas? Itu dikembalikan lagi pada pembaca masing-masing. Hanya yang ingin disampaikan adalah bagaimana mungkin bangsa besar ini (&lt;i style=""&gt;baca:&lt;/i&gt;Indonesia) akan berusaha melegalkan kondom yang selama ini telah menjadi &lt;i style=""&gt;icon&lt;/i&gt; sangat-sangat tabu untuk diperbincangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apakah pola pikir warga Indonesia yang semakin berkembang baik atau yang terjadi justru adanya hal-hal &lt;i style=""&gt;nyeleneh&lt;/i&gt; yang diakibatkan kejeniusan yang tidak terkawal oleh akhlak yang baik. Bagaimana mungkin kita berharap akan sampai ke sebuah pulau idaman sedangkan perahu kita menuju sebuah pusaran air yang benar-benar bisa menghancurkan perahu yang kita tumpangi. Lebih jelasnya,bagaimana mungkin kita berharap adanya kesejahteraan di negeri ini tanpa dibarengi pembangunan fisik dan akhlak yang sinergis dan optimal? Bahkan yang ada malah kebijakan-kebijakan yang mengarah pada hal-hal yang tidak jelas. Ditambah lagi sepertinya masalah moral belum menjadi prioritas di bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Coba kita tengok beberapa tempo yang lalu. Bagaimana peliknya &lt;i style=""&gt;penggodokan&lt;/i&gt; RUU Aksi Pornografi dan Pornoaksi yang hingga saat ini belum rampung. Belum lagi lahirnya majalah mesum “Playboy” yang jelas-jelas merusak nama baik media dan juga ditolak sebagian besar warga Indonesia dan uniknya hingga hari ini majalah sampah ini masih terbit dan dapat diakses bebas oleh siapa dan kapanpun. Terakhir,hal yang mengejutkan adalah adanya upaya untuk melegalkan kondom bagi masyarakat dengan dalih mengurangi ancaman virus HIV/AIDS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Adanya pelegalan kondom lebih bermaksud memberikan pemikiran mesum (tepatnya kotor jika penulis boleh mengatakannya). Sebab,dengan pelegalan kondom akan memperluas akses masyarakat akan barang ini. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika yang mengakses barang ini adalah anak-anak/adik-adik kita? Maka memori otak yang berada di usia cemerlang itu akan terkotori dengan adanya pemikiran yang belum waktunya untuk diketahui.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Belum lagi para remaja saat ini. Di usia-usia itulah mereka berusaha meneksplorasi,mencari jati diri,menemukan identitas dan kepribadian yang ada pada dirinya. Hal ini tentu sangat tidak produktif karena saat itu harusnya yang dilakukan adalah upaya pengembangan kapasitas diri sebagai generasi yang harus memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Jika saat itu pemikiran mereka terasuki hal-hal yang mengundang nafsu tentu saja kita bisa memprediksi apa yang terjadi dengan kepribadian mereka? Lalu secara lebih jauh,GENERASI APA YANG MUNCUL DI TENGAH-TENGAH KITA? Jangan-jangan ‘generasi sampah lagi-sampah lagi!!’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dampak lain dari pelegalan kondom ini adalah semakin memberikan lampu hijau akan adanya seks bebas. Sehingga akan ada sebuah jargon buruk,”Zina bolehlah asalkan &lt;i style=""&gt;save&lt;/i&gt;.” Dari penelitian yang dilakukan oleh Prof Dr Kasuwi Saiban merujuk pada seorang peneliti di Jogjakarta menyebutkan bahwa 97,05% dari 1660 mahasiswi (sekitar 1611 orang) sudah tidak perawan,kemudian data yang didapat oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menyebutkan bahwa sekitar 15 persen remaja Indonesia pernah berhubungan seks pranikah,lalu data dari penelitian yang dilakukan oleh Annisa Foudation pada tahun 2006 kepada para pelajar di tingkat SMP dan SMA di Cianjur,Jawa Barat terungkap fakta bahwa 42,3 persen pelajar telah melakukan hubungan seks yang pertama di bangku sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari fenomena itu apakah belum cukup adanya hal yang harus kita benahi dari moral bangsa ini? Ataukah kita hanya berusaha mencari inovasi atau terobosan baru sebagai alasan untuk menutup mata dari hal ini? Jika ingin mengurangi bahkan memberantas seks dan pergaulan bukanlah dengan cara “tebar kondom”. Tapi seharusnya adalah upaya serius dan intensif untuk menanamkan kesadaran bahwa pergaulan yang tidak sehat adalah peluang besar untuk menghancurkan generasi dan tentunya kesadaran sebagai bangsa yang bermoral,bermartabat,dan beragama untuk mengatakan dengan lantang“ZINA ADALAH DOSA BESAR!!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 36pt;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(CP.085710521045---Hanya menerima SMS---)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-2398887649385609820?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/2398887649385609820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=2398887649385609820&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/2398887649385609820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/2398887649385609820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2007/12/kondomisasi-bukan-solusi-muhammad-gagah_15.html' title=''/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-902170564055563628</id><published>2007-12-15T06:05:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T06:09:20.709-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NfQQ7ux4nYA/R2Pfz4gO4KI/AAAAAAAAACA/RbGs-9nhwA0/s1600-h/setuju.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NfQQ7ux4nYA/R2Pfz4gO4KI/AAAAAAAAACA/RbGs-9nhwA0/s400/setuju.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144201281821139106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah gambar ini yang mewakili pemikiran qita???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-902170564055563628?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/902170564055563628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=902170564055563628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/902170564055563628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/902170564055563628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2007/12/apakah-gambar-ini-yang-mewakili.html' title=''/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NfQQ7ux4nYA/R2Pfz4gO4KI/AAAAAAAAACA/RbGs-9nhwA0/s72-c/setuju.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1448968340525722252.post-8636673901833090134</id><published>2007-12-13T01:56:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T02:20:06.295-08:00</updated><title type='text'>Muqoddimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NfQQ7ux4nYA/R2EEe29sSdI/AAAAAAAAABc/ESXt_0Q_UlA/s1600-h/My+Flag.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NfQQ7ux4nYA/R2EEe29sSdI/AAAAAAAAABc/ESXt_0Q_UlA/s320/My+Flag.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143397177630673362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamualaikum&lt;br /&gt;teruntuk para sahabat,keluarga,saudara dan musuh setiaku&lt;br /&gt;kubuat blog utk menjalin silaturahmi dan sebagai ajang belajarku&lt;br /&gt;lihat y...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1448968340525722252-8636673901833090134?l=ppikotakediri2004.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/feeds/8636673901833090134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1448968340525722252&amp;postID=8636673901833090134&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/8636673901833090134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1448968340525722252/posts/default/8636673901833090134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ppikotakediri2004.blogspot.com/2007/12/muqoddimah.html' title='Muqoddimah'/><author><name>Berusaha menjadi yang terbaik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09972945292269571177</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_NfQQ7ux4nYA/R8j9gWDJ6xI/AAAAAAAAACw/xRF1tLBjG6s/S220/lakix1_array064.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NfQQ7ux4nYA/R2EEe29sSdI/AAAAAAAAABc/ESXt_0Q_UlA/s72-c/My+Flag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
